Kamis, 23 April 2015

Kanker paru-paru merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru. Bila tidak dirawat, pertumbuhan sel ini dapat menyebar ke luar dari paru-paru melalui suatu proses yang disebut metastasis ke jaringan yang terdekat atau bagian tubuh yang lainnya. Sebagian besar kanker yang mulai di paru-paru, yang dikenal sebagai kanker paru primer, adalah karsinoma yang berasal dari sel epitelium. Jenis kanker paru yang utama adalah SCLC (kanker paru sel kecil), atau disebut juga kanker sel gandum, dan NSCLC (kanker paru non-sel-kecil). Gejala paling umum adalah batuk (termasukbatuk darah), berat badan turun dan sesak napas.

Penyebab paling umum kanker paru adalah paparan dalam jangka waktu yang lama terhadap asap tembakau, yang menyebabkan 80–90% kanker paru. Bukan perokok mencapai angka 10–15% dari kasus kanker paru dan kasus ini biasanya disebabkan oleh kombinasi antara faktor genetik,  gas radon, asbestos, dan polusi udara termasuk asap rokok pasif. Kanker paru dapat dilihat melalui foto rontgen dada dan tomografi komputer (CT scan). diagnosis dapat dipastikan dengan biopsi yang biasanya dilakukan melalui prosedur bronkoskopi atau dipandu dengan CT. Perawatan dan hasil dalam jangka panjang tergantung pada tipe kanker, stadium (tingkat penyebaran), dan keadaan kesehatan pasien secara keseluruhan, diukur berdasarkan kondisi umum.

Perawatan biasanya meliputi pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi. NSCLC biasanya ditangani melalui pembedahan, sedangkan SCLC umumnya memberikan respons yang lebih baik terhadap kemoterapi dan radioterapi. Secara keseluruhan, 15% dari penduduk di Amerika Serikat terdiagnosa kanker paru mencapai harapan hidup lima tahun setelah diagnosis. Secara global,kanker paru merupakan penyebab utama kematian karena kanker pada laki-laki dan perempuan, dan bertanggung jawab untuk 1,38 juta kematian setiap tahunnya, hingga tahun 2008.

Gejala Penyakit Kanker Paru-paru
Tanda-tanda dan gejala yang menunjukkan adanya kanker paru adalah :
  • Gejala sistemik: berat badan turun, demamgada pada kuku jari, atau kelelahan
  • Gejala karena tekanan di daerah lokal: nyeri dadanyeri tulangobstruksi vena cava superiorkesulitan menelan
  • Gejala pada saluran napas: batukbatuk darahbengek atau napas pendek
Bergantung pada jenis tumornya, fenomena paraneoplastik mungkin adalah yang pertama kali menarik perhatian mengenai adanya penyakit ini. Pada kanker paru, fenomena ini dapat meliputi Sindrom Lambert–Eaton myastenik (lemah otot yang disebabkan oleh autoantibodi), hiperkalsemia, atau sindrom dari ketidakstabilan hormon antidiuretik(SIADH). Tumor pada bagian bagian paling atas dari paru-paru, dikenal sebagai Tumor Pancoast, dapat menginvasi bagian lokal dari sistem saraf simpatik, sehingga menyebabkan Sindrom Horner (jatuhnya kelopak mata dan pupil kecil pada sisi tersebut), dan juga menyebabkan kerusakan pada pleksus brakhialis.

Bila kanker tumbuh di sekitar saluran napas, keadaan ini dapat menghambat aliran udara, menyebabkan sesak napas. Hambatan ini dapat menyebabkan adanya akumulasi sekret di belakang sumbatan, dan menyebabkan terjadinya pneumonia.
Kebanyakan gejala kanker paru (hilang nafsu makan, berat badan turun, demam, kelelahan) tidak spesifik. Pada kebanyakan orang, kanker telah menyebar dari lokasi awalnya saat timbul gejala dan datang ke dokter. Lokasi umum penyebarannya termasuk otak, tulang, kelenjar adrenal, paru sebelahnya, hati, perikardium, dan ginjal. Sekitar 10% dari penderita kanker paru tidak mengalami gejala saat diagnosis; kanker ini ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan foto rontgen dada.

Tips Terhindar dari Penyakit Kanker Paru-paru
Ada beberapa cara untuk melakukan pencegahan terhadap kanker paru-paru. Melakukan pencegahan dengan tepat dan benar dapat terhindar dari resiko yang membahayakan dan mengurangi terkena kanker paru-paru. Cara yang paling penting untuk melakukan pencegahan terhadap kanker paru-paru adalah menghindari asap rokok. Seseorang yang bukan perokok bukan berarti akan terhindar dari kanker paru-paru, dengan menghirup asap asap rokok dari perokok lainnya dapat menambah resiko terkena kanker paru-paru. Kanker paru-paru dikenal dengan kanker yang sulit untuk disembuhkan akan tetapi kanker paru-paru adalah jenis kanker yang dapat di cegah jika melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
  • Menghindari Rokok dan Asapnya. Cara mencegah kanker paru paru paling ampuh adalah dengan menghindari rokok serta asapnya yang cukup berbahaya bagi perokok pasif dan aktif. Beberapa penelitian meninjau bahwa menghisap tembakau jenis apapun adalah penyebab kanker paru-paru. Selain menyebabkan kanker paru-paru merokok dapat menyebabkan penyakit lainnya, seperti kerongkongan, laring, mulut, tenggorokan, ginjal, pankreas, perut dan leher rahim. Banyak produk tembakau seperti permen karet nikotin, inhaler nikotin dan tablet isap nikotin dapat membantu seseorang untuk berhenti merokok dan sebagai obat anti depresi.
  • Perhatikan Makanan. Diet adalah salah satu pendekatan yang baik untuk pencegahan kanker paru paru. Berhubungan dengan kelebihan berat badan, memiliki badan yang normal akan jauh dari resiko terkena kanker termasuk didalamnya adalah kanker paru paru. Sebagai contoh kanker kerongkongan, payudara, endometrium dan ginjal. Melakukan diet tinggi dan hanya mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran dapat mengurangi resiko kanker. Namun sebaliknya, jika kelebihan mengkonsumsi daging yang telah di awetkan akan memicu terkena kanker kolorektal. Selain itu kebiasaan makanan sehat yang mencegah perkembangan kanker diet juga menjadi salah satu cara menurunkan resiko penyakit kardiovaskular.
  • Aktivitas Sehari-Hari. Beraktivitas merupakan suatu keharusan bagi setiap orang, namun aktivitas teratur dan menjaga berat badan agar tetap sehat akan mengurangi resiko kanker. Untuk meningkatkan kesadaran atas resiko kanker gaya hidup yang sehat sangat dianjurkan. Dengan mengkonsumsi makanan dan berolahraga dengan teratur akan terhindar dari penyakit.
  • Melakukan Pemeriksaan Kesehatan. Melakukan tes kesehatan secara rutin akan membantu melihat perkembangan paru-paru, karena sebagian besar kanker paru-paru didapati terdeteksi secara tidak sengaja. Umumnya para dokter akan melakukan ct san pada tubuh untuk melihat paru-paru. Bila dibandingkan dengan ronsen hasil ct scan lebih akurat dan terlihat jelas, karena ct scan memperlihatkan gambar paru-paru tiga dimensi yang bisa mendeteksi tumor sejak masih bersifat primer sehingga untuk melakukan pencegahan akan memungkinkan mengurangi resiko kanker paru-paru.
  • Menghindari Zat-Zat Kimia. Pengaruh zat kimia terhadap tubuh sangatlah berbahaya, jika frekuensi berinteraksi pada zat-zat kimia terlalu sering akan memicu kanker. Beberapa kasus memaparkan jenis-jenis bahan kimia tertentu dapat menyerang paru-paru secara bersamaan. Meskipun asap rokok adalah zat yang paling dominan memicu kanker paru-paru, zat-zat lainnya seperti karsinogen akan membahayakan paru-paru dan menimbulkan sel kanker dan lambat laun akan merusak DNA dari inti sel.
  •  Lingkungan yang berbahaya. Faktor lingkungan juga dapat memicu kanker paru-paru seperti terdapat gas radon dan asbes. Gas Radon. Gas radon adalah gas yang tak berbau dan tak berwarna namun gas ini mampu meresap kedalam pori-pori pada pondasi bangunan rumah maupun gedung. Gas ini berasal dari batuan pada tanah dan sulit untuk di deteksi dan tanpa sadar akan menghirupnya. Gas Asbes. Sedangkan pada asbes adalah bahan industri yang biasa ditemukan dalam konstruksi untuk isolasi dan sebagai penghambat dari api. Ketika bahan asbes tersebut mengganggu dan serat kecil akan menjadi udara dan dapat terhirup, hal ini akan memberikan resiko yang lebih besar untuk mengembangkan kanker paru-paru jika dengan frekuensi secara berkala.
Penyakit paru-paru bronkitis memerlukan pencegahan dan pengobatan, karena tidak sedikit kanker paru-paru yang semakin parah. Tidak hanya memerlukan olahraga yang cukup untuk mencegah dengan cara pengobatan sejak dini  akan lebih baik, sebab penyakit kanker yang sudah memasuki tahap kronis membutuhkan langkah-langkah pengobatan yang rumit. Selain akan menghabiskan banyak uang pengobatan pada level kronis pada efek obat tertentu dapat menyebabkan penyakit lainnya muncul.

informasi 4Life Transfer Factor dapat dilihat di www.sciencetf.com